Model OSI Layer

Jaringan Komputer

OSI layer dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sisten-sistem lainnya. untuk ringkasnya, kita akan menyebutnya model OSI



OSI menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi pada sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain.

Di bawah ini merupakan OSI layer

1. Physical
2. Data Link
3. Network
4. Transport
5. Session
6. Presentation
7. Application

untuk sekarang ini kam iakan membahas 3 bagian dari OSI layer yaitu Physical, Data link, dan Network. kami akan mejelaskan bagaimana tiap layer bekerja, alat apa saja yang termasuk didalamnya dan bagaimana alat itu bekerja pada OSI layer tersebut.

1. Physical Layer
Lapisan Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Peralatan yang termasuk ke dalam layer ini adalah :
 Network card
 Repeater
 Multiplexer
 Hubs(Passive and Active)
 TDR
 Oscilloscope
 Amplifier

Cara kerja Repeater anatar lain:
  1. Sebuah sinyal yang terencode dikirimkan dari sebuah node ke kabel
  2. Repeater menerima sinyal tersebut pada satu port. sinyal ini telah mengalami degradasi karena telah berjalan melalui jarak tertentu dari pengirim ke repeater
  3. Repeater memperbaiki sinyal yang terdegradasi
  4. Sinyal yang sudah diperbaiki ini dikirimkan kembali ke semua port

Repeater beroperasi dengan menjalankan fungsi-fungsi:

  1. Merestorasi signal
  2. Mendeteksi Collision dan membangkitkan signal jam
  3. Merestorasi preamble
  4. Delay da pengecilan inter-packet Gap
  5. Mengisolasi segment network yang error/tidak bekerja

Merestorasi Signal

  • Menerima dan mengirim data dalam bentuk bit-serial streams (Physical Layer)
  • Merestorasi signal dengan menghilangkan efek distorsi amplitude
  • Merestorasi signal dengan menghilangkan efek distorsi waktu
  • Delay tambahan sebesar tidak boleh melebihi 7.5-9 bit waktu

Delay dan pengecilan IPG

  • Repeater menghasilkan delay karena propagasi signal dari satu port ke port lain
  • Pengecilan IPG terjadi karena delay yang bervariasi sepanjang repeater untuk paket back to back
  • Minimum IPG anatar 2 paket:96 bit waktu
(http://blog.m-wifo.com/?p=30)

2. Data Link
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

peralatan yang termasuk ke dalam layer ini adalah:

 Bridge,
 Switch
 ISDN Router
 Intelligent Hub
 Advanced Cable Tester

Cara kerja switch
Jika akan menggunakan switching hub, diperlukan beberapa informasi dasar untuk menentukan pilihan switch, yaitu dengan mengetahui cara kerjanya.

- Cut through
Yaitu menentukan route paket yang diterima langsung ke alamat port tujuan. Tentu saja hal ini akan meningkatkan throughput koneksi dan mengurangi latency pengiriman paket. Pengiriman dilakukan tanpa terlebih dahulu mengumpulkan seluruh paket. Tetapi ketika alamat tujuan diketahui, langsung route dan pengiriman dilakukan ke alamat itu. Untuk satu paket Ethernet (1518 byte) proses ini memerlukan waktu hanya selama 40 microsecond. Dalam keadaan koneksi tujuan sedang digunakan, switch akan menampung paket data yang diterima untuk dimasukkan ke dalam buffer. Dan paket data akan dikirim dari buffer jika koneksi tujuan telah kosong.

- Store and forward
Cara kerjanya dilakukan dengan mengumpulkan seluruh paket hingga lengkap ke dalam memory switch dan melakukan pemeriksaan kesalahan dengan metode CRC (Cyclic Redundancy Check). Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses untuk setiap paket Ethernet adalah 1,2 milidetik. Karena diperlukan memory yang cukup, ada potensi terjadinya latency dalam store and forward switch ini yang disebabkan oleh penuhnya memory yang ada untuk menampung seluruh paket dan tabel dari ntwork address.

Walaupun cara cut through akan mengurangi terjadinya latency, tetapi konsekuensinya, paket data yang rusak juga akan juga sampai ke alamat tujuan. Kebalikannya, hal ini tidak terjadi pada store and forward switch.

Dari kedua cara di atas, ada pula switch yang menggabungkan kedua cara tsb yang disebut hybrids. Pada saat awal menggunakan cara cut through switching, dan melakukan pemeriksaan CRC, kemudian menghitung jumlah error yang ada. Jika jumlah error telah sampai pada batas tertentu, switch akan bekerja dengan cara store and forward sampai dengan kondisi jumlah error telah berkurang. Selanjutnya switch akan kembali bekerja dengan cara cut through. Cara termudah untuk mengetahui adanya kemampuan ini adalah dengan melihat ada atau tidaknya keterangan threshold detection atau adaptive switch dalam spesifikasi teknisnya.

Layer 3 Switching (L3S)
Layer 3 switching atau IP switching yang diperkenalkan tahun 1997 adalah teknologi Ethernet switching yang menggunakan informasi IP address untuk menyeleksi dan menentukan jejak data dalam network.

Packet switching throughput dapat mencapai jutaan paket per detik (pps.) Secara hardware, router biasa mengandalkan kemampuan mikroprosesor dari mesin yang digunakan. Sedangkan Layer 3 switch menggunakan application-specific integrated circuit (ASIC) yang dapat menghasilkan thoroughput lebih tinggi.

(http://ekoari.blog.uns.ac.id/2009/04/17/repeater-bridge-router-dan-gateway/)


3. Network layer
Network layer berfungsi unutk mengendalikan operasi subnet dengan meneruskan paket-paket dari satu node ke node yang lain dalam jaringan. masalah desain yang penting adalah bagaimana cara menentukan route pengriman paket dari sumber ke tujuannya.
peralatan yang termasuk ke dalam layer ini adalah:
 Brouter
 Router
 Frame Relay Device
 ATM Switch
 Advanced Cable Tester

Router

adalah suatu alat yang berguna untuk membelokkan data dari suatu sistem jaringan ke jaringan yang lain. logikanya suatu sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain contohnya sistem A menggunakan IP 192.168.1.1 dan sistem B menggunakan IP 192.168.2.1 maka komputer yang menggunakan sistem A tidak dapat melakukan komunikasi dengan sistem B tanpa router. contoh lain semisal disuatu warnet ada 10 client yang menggunakan IP 192.168.1.xx dan dianggap sebagai network A, sedangkan koneksi dari ISP dialokasikan IP 202.123.321.xxx dan dianggap sebagai network B, maka agar client warnet dapat terhubung ke ISP dan juga ke internet diperlukan satu router diwarnet tersebut yang memiliki setidaknya 2 port. satu port yang dimiliki network A dan berikutnya network B.

Fungsi Router

  1. Mengirimkan Paket data diantara network
  2. Menentukan jalur terbaik pengiriman paket data berdasarkan routing table
  3. Memelihara routing table dengan melakukan update routing table ke router lain
  4. Menghubungkan dua buah perangkat pada network yang berbeda diatas logical path
  5. Memfilter broadcast trafik
  6. Membatasi trafik berdasarkan port number atau IP address
  7. Bekerja pada layer 3 (Network) pada OSI
  8. Menghubungkan LAN ke LAN/WAN

Menentukan Jalur

Setiap Node dan segment harus mempunyai identifier

  • Identifier harus mempunyai network address dan host address
  • Dalam IP format identifier adalah network host

Routing Table Sederhana

Mencari Jalur

  1. Host A akan mengirimkan data dengan Destination Address (DA) 5.4
  2. Host A yang memiliki address 1.2 mengetahui bahwa 5.4 tidak berada dalam satu network karenanya host A mengirimkan paket data tersebut ke default gateway yaitu router X.
  3. Router X menerima paket data dari host A, kemudian melihat destination address dari paket data dan selanjutnya melihat routing table untuk mencari jalur terbaik.
  4. Router X mengetahui bahwa 5.4 dicapai melalui network 5.0 dengan next hop router Y
  5. Router X selanjutnya mem-forward paket data tersebut ke router Y melalui serial 1 (S1)
  6. Router Y menerima paket data dari router X dan mencek destination address dari paket data untuk selanjutnya di cek ke routing table.
  7. Router Y mengetahui bahwa untuk mencapai 5.4 dapat melalui network 5.0 atau melalui router Z.
  8. Router Y mengirimkan paket data tersebut ke router Z melalui S1
  9. Router Z menerima paket data tersebut dari router Y dan mengetahui bahwa 5.4 dapat dicapai langsung melalui EO.
  10. Akhirnya Router Z akan meneruskan paket data tersebut ke EO dan diterima oleh host 5.0


Host 1.2 mengirimkan data ke host 4.3 melalui beberapa media phisik yang berbeda, setiap paket yang akan di encasulapsi oleh router sesuai dengan jenis media phisik yang terhubung.

(http://blog.m-wifo.com/?p=30)

nama Kelompok
1. Rizqi Arief Rahman
2. Yudi mulyana
3. Idris Nur shaleh
4. Dede Risman

Desain Jaringan 10 Base 2 dan 10 Base 5


PERANCANGAN DESAIN JARINGAN UNTUK 3 GEDUNG (3 LANTAI)
Gambar 1 menunjukan pemasangan kabel 10BASE2 dengan BNC T-Connector.
Gambar 1

Pada tiap-tiap lantai di ketiga gedung tersebut kita menggunakan jaringan 10base2, dimana Komputer-komputer tersebut dihubungkan dengan menggunakan topologi bus, sehingga setiap komputer akan dihubungkan secara langsung dengan satu buah kabel panjang. Panjang maksimum segmen jaringan 10Base2 adalah 185 meter. Jika memang jarak lebih besar daripada 185 meter, maka dua segmen tersebut harus dihubungkan dengan menggunakan repeater (Gambar 2). Sebuah segmen jaringan 10Base2 disarankan agar tidak menggunakan lebih dari 30 komputer, sebab jarak minimum antara komputer haruslah 50 cm (½ meter). . Selain itu setiap computer dihubungkan dengan menggunakan HUB. Setiap komputer dihubungkan dengan kabel dengan menggunakan konektor BNC. Pada ujung kabel, haruslah menggunakan BNC terminator yang diberi impedansi sebesar 50 ohm. Karena, jika tidak diberi terminator sinyal akan membalik dan mengakibatkan komunikasi jaringan menjadi tidak mungkin terjad

i

Dan untuk menghubungkan antar gedung kita memakai wireless access point.

Gambar 2


Nama Kelompok:

1. Rizqi Arief

2. Yudi Mulyana

3. Dede Risman

4. Idris Nur Shaleh